Wakil Kanselir Jerman Lars Klingbeil menyerukan agar Uni Eropa mempertimbangkan secara serius pemberian sanksi kepada Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir atas pernyataannya yang "tidak berperikemanusiaan."
Dalam wawancara dengan penyiar Sat.1, Selasa, Klingbeil mengutuk pernyataan terbaru Ben-Gvir yang menyerukan pembunuhan terarah terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan menuntut konsekuensi serius bagi yang bersangkutan, demikian dilaporkan oleh Der Spiegel.
Klingbeil menggambarkan perilaku Ben-Gvir sebagai "tidak berperikemanusiaan." Ia menyatakan solidaritas dengan Israel namun menegaskan bahwa ia tidak berdiri dalam solidaritas dengan "menteri semacam itu."
Ben-Gvir telah menyerukan peningkatan serangan udara di Jalur Gaza dan agar Israel membunuh "30 hingga 40" warga Palestina setiap harinya, sambil terus mengulang seruan untuk menempatkan kembali warga Israel di wilayah kantong Palestina dengan mengorbankan penduduk asli.
Sementara itu, Franziska Brantner, pemimpin bersama Partai Hijau Jerman, menyerukan larangan masuk bagi Ben-Gvir.
"Saya mendesak pemerintah Jerman untuk memberlakukan larangan masuk terhadap pria ini dan mendorong agar sanksi serupa diberlakukan di tingkat Eropa," ujar Brantner kepada Politico.
Pada Senin, Jurgen Hardt, juru bicara kebijakan luar negeri dari kelompok parlemen Uni Demokrat Kristen/Uni Sosial Kristen (CDU/CSU), juga menyerukan agar Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap Ben-Gvir atas pernyataannya yang mendukung pembunuhan puluhan warga Palestina di Gaza setiap malam.***(Berita Antara)
Sumber: Anadolu


0 Komentar