Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan sektor pendidikan.
Hal itu mengemuka dalam pertemuan delegasi Provinsi Riau yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Dr Syahrial Abdi, dengan jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Gedung E Kemendikdasmen RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen RI, Gogot Suharwoto. Turut hadir Inspektur Jenderal Kemendikdasmen RI Faisal Syahrul, serta perwakilan dari Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI.
Dalam pertemuan itu, sejumlah isu strategis pendidikan di Riau dibahas, mulai dari program revitalisasi sekolah, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), status lahan sekolah, digitalisasi pendidikan, nasib guru non-ASN, hingga perlindungan hukum dalam pelaksanaan program pendidikan.
Sekdaprov Riau Syahrial Abdi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di Provinsi Riau, khususnya melalui program revitalisasi sekolah yang dinilai sangat membantu peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
“Tahun 2025 lalu ada 439 sekolah di Riau yang direvitalisasi, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB. Khusus SMA ada 45 sekolah yang direvitalisasi dan 45 SMK, termasuk pembangunan satu Unit Sekolah Baru (USB) SMA di Kemuning, Indragiri Hilir dan satu USB SLB di Pagaran Tapah Darussalam, Rokan Hulu,” ujar Syahrial Abdi.
Ia berharap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam waktu dekat dapat berkunjung ke Riau untuk meresmikan secara simbolis sekolah-sekolah yang telah selesai direvitalisasi tersebut.
Secara nasional, pada tahun 2025 terdapat sekitar 16 ribu sekolah yang direvitalisasi oleh Kemendikdasmen. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah pusat memasang target jauh lebih besar, yakni sekitar 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Dengan target nasional tersebut, Provinsi Riau diharapkan memperoleh porsi revitalisasi lebih besar dibanding tahun sebelumnya. “Jika tahun lalu 439 sekolah, maka tahun 2026 diharapkan bisa mencapai sekitar 900 sekolah yang direvitalisasi di Riau,” katanya.
Untuk jenjang SMA sendiri, saat ini telah terdapat 76 SMA dan 33 SMK di Riau yang masuk dalam sistem usulan revitalisasi tahun 2026. Selain itu, terdapat pula usulan pembangunan enam Unit Sekolah Baru (USB) SMA.
Selain revitalisasi sekolah, pertemuan juga membahas rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di sejumlah daerah di Riau. Beberapa kabupaten/kota yang telah mengusulkan pembangunan SNT antara lain Kota Pekanbaru, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kepulauan Meranti.***
(Media Center Riau)


0 Komentar