Pengendalian Malaria Harus Terpadu

Upaya  pemerintah dalam menekan penyebaran malaria mulai menunjukkan keseriusan di tingkat lapangan. Di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, berbagai upaya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan hingga unsur pemerintahan setempat.



Sejak beberapa waktu terakhir, aktivitas pengendalian malaria di wilayah pesisir tersebut terlihat semakin intens. Petugas kesehatan turun langsung ke rumah-rumah warga melakukan penyemprotan dalam ruangan guna membasmi nyamuk pembawa malaria yang kerap hinggap di dinding rumah.

Tak hanya itu, deteksi dini juga dilakukan melalui pemeriksaan darah massal. Langkah ini dinilai penting untuk menemukan kasus sejak awal, terutama karena malaria kerap tidak langsung menunjukkan gejala berat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menegaskan bahwa pendekatan terpadu menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit ini.

“Pengendalian malaria tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kombinasi antara penyemprotan, deteksi dini, dan edukasi masyarakat agar hasilnya maksimal,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, pemeriksaan darah massal menjadi strategi penting untuk mempercepat penanganan kasus di lapangan.

“Banyak kasus malaria yang tidak langsung menunjukkan gejala berat. Jika ditemukan lebih cepat, penanganannya tentu jauh lebih efektif,” jelasnya.

Upaya tersebut juga diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Sosialisasi yang digelar di SMK Sinaboi menjadi bagian dari strategi membangun kesadaran sejak dini tentang bahaya malaria dan pentingnya menjaga lingkungan.

Di lapangan, kegiatan ini turut dipimpin oleh Sekretaris Camat Sinaboi bersama Kepala Puskesmas setempat. Keduanya aktif mengajak masyarakat untuk berperan langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menghilangkan potensi sarang nyamuk.

Gerakan gotong royong pun terus digalakkan sebagai bagian dari komitmen bersama membentuk lingkungan bebas jentik nyamuk. Pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, hingga warga terlihat bersinergi dalam upaya ini.

Zulkifli menekankan, keberhasilan pengendalian malaria sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Tanpa peran aktif warga, upaya pengendalian malaria tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat, upaya menjadikan Sinaboi sebagai wilayah yang bebas malaria pun diharapkan dapat segera terwujud.***

 

(Media Center Riau)

Posting Komentar

0 Komentar