13 Kios di Pasar Peranap Dilalap Api

Malam yang seharusnya berlangsung khusyuk bagi warga yang melaksanakan ibadah salat Tarawih berubah menjadi mencekam di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). 

Tadi malam terjadi  kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Peranap, Kelurahan Peranap, yang menghanguskan sedikitnya 13 unit toko dan kios milik warga dalam waktu singkat.

Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi sekira pukul 20.10 WIB, tepat ketika sebagian besar masyarakat sedang berada di masjid. 

Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima informasi dari masyarakat sesaat setelah api mulai terlihat membumbung tinggi dari area pasar, memicu kepanikan di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi mata, titik api pertama kali terlihat berasal dari warung kedai lotek milik saudara Butet. 

"Angin yang cukup kencang serta material bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan sangat cepat membesar dan merambat ke bangunan-bangunan toko yang berada tepat di sampingnya, menciptakan kobaran api yang sulit dikendalikan," ujar Misran.

Daftar bangunan yang menjadi korban keganasan si jago merah cukup beragam, mulai dari kios kebutuhan pokok hingga tempat usaha kuliner. 

Beberapa di antaranya adalah kios sembako milik Wita, kios Mie Ayam Bakso Bukde Ima, kios rempah milik Adang Apuk, hingga kios pangkas rambut milik Saran dan toko barang harian milik Ize serta Tanjung.

"Kerugian diprediksi mencapai angka yang sangat fantastis mengingat banyaknya toko emas yang ikut ludes terbakar," ucap Misran.

Tercatat ada lima toko perhiasan yang terdampak serius, di antaranya Toko Emas Anugrah Baru, Harapan Baru, Bintang Harapan, Sinar Agung milik H. Safrudin, serta Toko Murni Baru yang semuanya kini hanya menyisakan puing dan abu.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran dan dibantu warga sekitar segera bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Upaya pemadaman dilakukan secara bahu-membahu di bawah temaram malam untuk melokalisir api agar tidak merembet ke area pemukiman padat penduduk yang berada di sekitar pasar," jelasnya.

Sejauh ini, kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Tiga orang saksi kunci, yakni Nanda, Edo, dan Nanda Saputra, telah dimintai keterangan oleh petugas guna mendalami kronologi pasti serta mencari tahu sumber awal pemicu api yang menghanguskan belasan tempat usaha tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di tengah bulan Ramadan ini. 

"Meski penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan tim Inafis dan kerugian material belum dapat dipastikan. Kami meminta warga untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama saat meninggalkan bangunan dalam keadaan kosong," pungkasnya.

(Media Center Riau)

Posting Komentar

0 Komentar